INOVASI

GEPREK JAMUR yang merupakan singkatan dari Gerakan Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Sholat Dzuhur Puskesmas Waru. Petugas dari Puskesmas datang ke Masjid sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan kemudian sholat dzuhur berjemaah, kemudian di lanjutkan dengan pemberian penyuluhan serta skreening kesehatan yang berhubungan dengan penyakit terutama penyakit tidak menular, dilanjutkan dengan umpan balik dari masyarakat / serap informasi. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan Kesehatan yang meliputi: pemeriksaan tekanan darah,pengecekan gulah darah, kolesterol, asam urat, berat badan dan lingkar perut. Sedangkan petugas kesling melakukan pemantauan lingkungan masjid. Kemudian memberikan obat dan mencatat sesuai dengan hasil pemeriksaan Kemudian petugas pulang / kembali ke Puskesmas.

Buku Panduan Inovasi GEPREK JAMUR

Soto Melayu merupakan Inovasi Program Promosi Kesehatan Puskesmas berkaitan dengan Lembaga Kemasyarakatan Desa yaitu Posyandu. Posyandu dikelola dan diselengggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Posyandu secara rutin dilaksanakan setiap bulan dengan melibatkan kader desa. Peran Program Promosi Kesehatan Puskesmas melakukan pembinaan di setiap posyandu untuk meningkatkan cakupan pelayanan posyandu.

Ide Inovasi Soto Melayu pertama kali muncul pada 26 juli 2021. Setelah melalui koordinasi dan perencanaan, Inovasi Soto Melayu akan dimulai uji coba mulai 2 agustus hingga 30 November 2021 dan penerapan inovasi dilakukan mulai 1 desember 2021. Inovasi Soto Melayu merupakan program terintegrasi dengan Program Promosi Kesehatan Sebagai Penanggung Jawab Inovasi. Program Puskesmas yang terlibat antara lain Program Gizi, Program KIA, Bidan Desa dan Perawat Desa. Sedangkan dari desa, stakeholder yang terlibat adalah kader setiap Posyandu. Berikut tugas dan peran masing-masing Program:

  1. Program Promosi Kesehatan sebagai Penanggung Jawab Inovasi
  2. Program Gizi sebagai Data Analisis Hasil Cakupan Pelayanan Posyandu
  3. Program KIA memberikan pembinaan terhadap Bidan Desa dan Perawat Desa terkait inovasi
  4. Bidan Desa dan Perawat desa memantau pelaksanaan inovasi
  5. Kader Posyandu sebagai perantara antara Tim Kesehatan dengan Penjual Sayur Sekaligus bertugas menyampaikan informasi jadwal posyandu kepada penjual sayur.

Tujuan Umum Inovasi Soto Melayu untuk meingkatkan cakupan D/S posyandu. Sedangkan secara khusus memiliki tujuan melakukan analisis data cakupan D/S posyandu setiap bulan, melakukan pembinaan kader, melakukan sosialisasi jadwal posyandu kepada penjual sayur dan memberikan informasi posyandu secara terjadwal kepada masyarakat melalui penjual sayur.

manfaat Inovasi:

  1. Bagi masyarakat, meningkatkan informasi secara aktual tentang jadwal posyandu khususnya kepada orang tua bayi atau balita serta ibu hamil.
  2. Bagi penjual sayur, meningkatkan pengetahuan penjual sayur tentang kesehatan dan secara tidak langsung meningkatkan pembeli.
  3. Bagi Desa, meningkatkan cakupan D/S Desa.

Buku Panduan SOTO MELAYU

HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang jumlah penderitanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya di kota-kota besar, penyebaran virus HIV/AIDS kian menjamah di berbagai pelosok daerah. Penderita penyakit jumlahnya meningkat, tetapi masih banyak jumlah penderita yang belum diketahui. Berbagai cara dan pencegahannyapun telah diupayakan Dinas Kesehatan serta lembaga-lembaga terkait, namun tetap saja penyakit HIV/AIDS masih berada pada titik tertinggi untuk penyakit mematikan.

PATTAYA merupakan inovasi program HIV/AIDS UPT Puskesmas Waru. Dimana tukang pangkas rambut merupakan salah satu tempat yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS yaitu melalui alat cukur dan peralatan yang dipakai oleh tukang pangkas rambut itu sendiri.

PETA KUNCI MAS merupakan Inovasi Program Kusta UPT Puskesmas Waru. Inovas PETA KUNCI MAS bertujuan untuk meingkatkan penemuan orang dengan penyakit kusta secara dini. Selain itu juga bertujuan secara khusus, melakukan sosialisasi kusta ke masyarkat, mendekatan tokoh masyarakat, melakukan kunjungan rumah dan pembinaan kader kusta.

Manfaat Inovasi Peta Kunci Mas, Antara Lain:

  1. Menjalin komunikasi yang baik antara petugas kesehatan, aparat desa, masyarakat secara umum. Komunikasi yang baik akan memberikan dampak yang baik bagi petugas kesehatan maupun masyarakat terutama untuk mengenalkan produk-produk puskesmas.
  2. Mudah diterima di tengah-tengah masyarakat. Dengan silaturrahmi yang terkemas dalam program Inovasi PETA KUNCI MAS memudahkan petugas kesehatan untuk menemukan dan mengobati penderita.
  3. Membentuk masyarakat yang mandiri. Menjadikan masyarakat peka dan peduli terhadap masyalah kesehatan masing-masing dan masalah kesehatan yang terjadi di lingkungannya.
  4. Meningkatkan pengetahun masyarakat penyakit KUSTA karena dalam pelaksanaan PETA KUNCI MAS selalu diawali dengan penyuluhan kesehatan.
  5. Adanya peran aktif Tokoh masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, perubahan perilaku (PHBS) sehingga bisa menjadi Rule Model dimasyarakat.

Untuk memudahkan pelayanan ke masyarakat, terdapat beberapa komunikasi yang dapat dilakukan melalui nomor:

Telp/Whatsapp di 0811-3101-119