Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

Pada bulan November 2021, UPT Puskesmas Waru melakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di lima desa wilayah kerja Puskesmas Waru meliputi Desa Waru Barat, Waru Timur, Tegangser Laok, Tlonto Ares dan Sana Laok. Musyawarah Masyarakat Desa merupakan pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri. Survei Mawas Diri sebelumnya dilakukan sebagai bahan musyawarah yang dilakukan oleh Kader SMD Desa.

Survei Mawas Diri hari pertama dilakukan di Desa Waru Barat. Prioritas masalah yang di dapat dari hasil MMD Desa Waru Barat meliputi:

  1. Balita tidak dibawa ke posyandu dikarenakan posyandu tidak menarik, PMT hanya susu. Solusi: kader diberikan modal untuk membuat PMT sesuai keinginan masyarakat.
  2. Balita gizi kurang harus dibawa rutin ke posyandu untuk dipantau. Dukungan keluarga, tokoh masyarakat dan kader untuk menghimbau ibu balita membawa balitanya ke posyandu.
  3. Penyuluhan vaksinasi di desa disertai dengan pelayanan vaksinasi door to door.
  4. Sosialisasi STBM di setiap Desa untuk pengelolaan limbah rumah tangga yang baik dan benar.
  5. Penambahan personil untuk pengangkutan sampah.
MMD Waru Barat

Survei Mawas Diri hari pertama dilakukan di Desa Tlonto Ares. Prioritas masalah yang di dapat dari hasil MMD Desa Tlonto Ares meliputi:

  1. Balita tidak dibawa ke posyandu dikarenakan tidak adanya/kurangnya dukungan dari keluarga terutama suami untuk mengantar ibu balita ke posyandu. Solusi yang dapat dilakukan adalah melaksanakan penyuluhan kelompok untuk keluarga dari ibu hamil/bayi/balita untuk mengajak dan mendapat dukungan dari keluarga terutama suami agar dapat membawa ibu/hami/bayi/balita ke posyandu.
  2. Balita tidak diimunisasi dikarenakan informasi yang salah bahwa di posyandu akan dilakukan vaksinasi covid-19. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan kelompok untuk memberikan informasi yang benar di masyarakat.
  3. Kurangnya pemeriksaan Kesehatan terkait hipertensi dikarenakan tidak adanya posbindu PTM di Desa Tlonto Ares sehingga masyarakat tidak tahu akan adanya informasi posbindu PTM. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengumpulkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan PTM di balai Desa Tlonto Ares.
MMD Tlonto Ares

Survei Mawas Diri hari pertama dilakukan di Desa Sana Laok. Prioritas masalah yang di dapat dari hasil MMD Desa Sana Laok meliputi:

  1. Persalinan ke dukun disebabkan karena kurangnya komunikasi dan koordinasi keluarga, kader, pamong dan petugas Kesehatan. Tidak adanya dukungan keluarga menjadikan persalinan ke dukun lebih mudah. Solusi, refreshing kader posyandu, pendataan ibu hamil oleh kader, melakukan pertemuan dengan keluarga ibu hamil.
  2. Pemeriksaan kehamilan kurang dari 4 kali dikarenakan akses jalan yang jauh dan dukungan dari keluarga kurang. Ibu hamil hanya memeriksakan kehamilan Ketika ada keluhan saja. Kurang informasi mengenai kelas ibu hamil. Solusi, pelaksanaan kelas ibu hamil menyesuaikan tempat dengan daerah tempat ibu hamil.
  3. Kasus BBLR banyak tidak diketahui, karena kurangnya informasi tentang bayi baru lahir. Bayi tidak dibawa ke posyandu. Solusi, kader lebih aktif lagi mengajak ibu bayi ke posyandu. Bayi Dengan BBLR harus dibawa ke puskesmas untuk diintervensi lebih lanjut. Pamong dan kader lebih aktif lagi untuk mengajak ibu bayi ke puskesmas. Melakukan pertemuan dengan keluarga ibu hamil untuk mendapat dukungan dari keluarga.
  4. Balita tidak dibawa ke posyandu dikarenakan tidak ada dukungan dari keluarga. Melakukan pertemuan dengan keluarga ibu hamil/balita untuk mendapat dukungan dari keluarga.
  5. Balita gizi kurang harus dibawa ke Puskesmas untuk mendapat intervensi gizi. Dukungan keluarga, tokoh masyarakat dan kader untuk menghimbau ibu balita dan keluarga membawa balitanya ke puskesmas.
MMD Sana Laok

Survei Mawas Diri hari pertama dilakukan di Desa Waru Timur. Prioritas masalah yang di dapat dari hasil MMD Desa Waru Timur meliputi:

  1. Persalinan ke dukun disebabkan karena adanya informasi yang tidak benar di masyarakat. Masyarakat masih menganggap persalinan ke dukun lebih gampang dan biaya murah. Selain itu anggapan masyarakat bahwa Ketika sudah dibawa ke bidan adalah sudah parah. Solusi yang dapat dilakukan adalah melaksanakan pertemuan dengan muslimatan setiap dusun untuk memberikan informasi yang benar di masyarakat.
  2. Pemeriksaan kehamilan kurang dari 4 kali. Solusi yang dapat dilakukan  adalah dengan melaksanakan pertemuan dengan muslimatan setiap dusun untuk memberikan informasi yang benar di masyarakat.
  3. Balita tidak dibawa ke posyandu dikarenakan tidak adanya/kurangnya dukungan dari keluarga terutama suami untuk mengantar ibu balita ke posyandu, selain ada di beberapa dusun jarak ke posyandu jauh. Solusi yang dapat dilakukan adalah melaksanakan pertemuan dengan muslimatan setiap dusun untuk memberikan informasi yang benar di masyarakat.
  4. Kurangnya pemeriksaan Kesehatan terkait hipertensi dikarenakan posyandu lansia tidak terjadwal, sehingga masyarakat kurang tau mengenai posyandu lansia. Selain itu waktu yang terbatas saat pelaksanaan posyandu lansia juga menjadi penyebab masyarakat sedikit yang melakukan pmeriksaan. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat jadwal posyandu lansia untuk satu tahun ke depan. Sehingga masyarakat tahu akan adanya informasi posyandu lansia.
MMD Waru Timur

Survei Mawas Diri hari pertama dilakukan di Desa Tegangser Laok. Prioritas masalah yang di dapat dari hasil MMD Desa Tegangser Laok meliputi:

  1. Balita tidak dibawa ke posyandu dikarenakan tidak adanya/kurangnya dukungan dari keluarga terutama suami untuk mengantar ibu balita ke posyandu, selain itu kuantitas penyuluhan di posyandu kurang sehingga informasi tidak disampaikan ke masyarakat. Solusi yang dapat dilakukan adalah kader posyandu wajib melakukan penyuluhan di posyandu setiap bulan.
  2. Adanya beberapa kasus hipertensi yang tidak diketahui dikarenakan masyarakat kurang memanfaatkan posbindu PTM di setiap desa. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya posbindu PTM di desa Tegangser Laok. Kader aktif untuk mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan di posbindu PTM.
  3. Kasus TBC di Desa Tegangser Laok sudah ditangani oleh petugas, namun ada beberapa yang DO obat. Hal ini dikarenakan dukungan dari keluarga dan masyarakat kurang, sehingga orang yang Tekena TBC merasa dikucilkan. Solusi yang dapat dilakukan antara lain mengajak masyarakat khususnya toma, toga untuk memberikan dukungan kepada penderita TBC agar dapat menyelesaikan pengobatan.
  4. Rendahnya capaian vaksinasi covid-19. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat yang kurang. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan bekerja sama dengan babinkamtibmas kecamatan waru untuk melakukan sosialisasi dan vaksinasi secara door to door di masyarakat.
MMD Teganger Laok

Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) merupakan bahan untuk kegiatan puskesmas tahun berikutnya yang bersumber dari masyarakat. Dukungan dari lintas sektor sangat penting untuk mengatasi permasalahan kesehatan di setiap desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.